Wajah Berseri Dengan Taqarrub Kepada Illahi


Seorang Muslim yang baik selalu menjadikan segala waktu yang ia miliki untuk mendekatkan diri kepada Allah Subahanahu wa ta’ala, tak terkecuali pada malam hari, inilah waktu-waktu yang mustajab yang apabila ia mengisi dengan beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala Maka kesempatan dikabulkan doa sangat besar, Salah satu Amalan yang disunnahkan Adalah shalat malam/Qiyamul lail Hukum Qiyamul lail adalah sunnah muakkadah adapun dari definisi terdapat perbedaan dalam penyebutan keduanya jika dilakukan di awal Waktu maka ini disebut Qiyamul Lail adapun jika dikerjakan di akhir malam ia dinamakan Tahajjud.
Keutamaan Shalat Malam
Shalat malam memilki Fadhillah (keutamaan) yang banyak dan dan Shalat malam adalah sunnah para salaf terdahulu yang mana sudah menjadi Amalan yang biasa mereka lakukan dalam menghidupkan malam-malam mereka adapun keutamaannya adalah:
Pertama, Shalat yang paling dicintai Oleh Allah.
                Sebagaimana sabda Nabi : “Shalat yang paling dicintai oleh Allah adalah shalat Nabi Dawud. Dan puasa yang paling dicintai oleh Allah adalah puasanya Nabi Dawud. Yaitu tidur setengah malam (pertama), kemudian bangun (shalat) sepertiga malam dan tidur lagi pada sisa waktu seperenamnya. Puasa sehari dan berbuka sehari.”  (HR. Bukhari dan Muslim).
Kedua, Shalat malam menghapus dosa.
Rasulullah bersabda:"Hendaklah kalian melaksanakan shalat malam, karena sesungguhnya ia adalah jalan orang-orang shalih sebelum kalian. Shalat malam itu mendekatkan diri kepada Allah, pencegah perbuatan dosa, penghapus keburukan-keburukan dan mengilangkan penyakit yang berada di badan." (HR. At Tirmidzi).
Ketiga, dapat memasukkan Seseorang ke dalam surga.
Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya di surga ada sejumlah kamar yang bagian luarnya dapat dilihat dari bagian dalam dan bagian dalam dapat dilihat dari bagian luar, Allah menyiapkannya bagi orang suka yang memberi makan, berkata lembut, suka berpuasa dan melakukan shalat malam ketika manusia sedang tidur. (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban).
Waktu Shalat Malam
Waktu yang utama untuk melaksanakan Qiyamul lail adalah sepertiga malam Akhir karna pada Saat itu Allah Turun ke langit dunia untuk mengabulkan doa orang-orang yang berdoa. Sebagaimana Hadits Yang diriwayatkan Abu Hurairah bahwa Rasulullah  bersabda:
Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun pada setiap malam ke langit dunia di sepertiga malam Akhir, seraya berseru: “Siapa yang berdoa kepada-ku, maka aku memperkenankan do’anya, siapa yang meminta kepada-Ku, maka aku memberinya, dan siapa yang memohon kepada-Ku, maka Aku mengampuninya. HR. Al-Bukhari (no.7494).  dan terdapat Hadits yang jelas menunjukan keutamaan waktu ini. Seperti yang diriwayatkan Shahih Muslim Rasulullah bersabda:Siapa yang khawatir tidak bisa bangun di akhir malam (untuk shalat malam) maka baginya witir di awal waktu, dan barang siapa yang mampu bangun di akhirnya maka baginya witir di akhir malam, karna shalat diakhir malam ia disaksikan dan lebih utama.
Abu Muawiyah berkata: barang siapa yang melaksanakan shalat malam di awal ataupun pertengahannya maka hal ini Dibolehkan dan kesemuanya baik, akan tetapi melaksanakan di akhirnya lebih utama karna waktu ini yang Dilazimi oleh Nabi . (Ahkamul qiyamul lail hal 8)
Jumlah Shalat Malam
Mayoritas ulama menetapkan jumlah shalat malam adalah dua rakaat dua rakaat sampai akhir malam tanpa batas dan diakhiri dengan Satu rakaat sebagai witir hal ini berdasarkan Sabda Nabi  : Bahwa datang seorang laki-laki bertanya kepada Nabi  tentang Qiyamul lail Lalu Nabi  menjawab: Shalat malam dua rakaat, dua rakaat apabila kalian khawatir bertemu subuh shalatlah satu rakaat sebagai witir bagi shalat malam,
HR Bukhari dan Muslim, dan Jumlah Shalat malam yang utama adalah sebelas rakaat. ini berdasarkan hadits Aisyah Radiyallahu anha ia berkata: “Rasulullah  mengerjakan shalat malam sebanyak sebelas rakaat dan mengganjilkan dengan satu rakaat.” Dalam riwayat Muslim  disebutkan: “Beliau mengucapkan salam setiap rakaat dan kemudian mengganjilkan dengan satu rakaat (diakhirnya).
Diriwayatkan juga Rasulullah  pernah mengerjakan shalat malam hingga lima rakaat Langsung, beliau baru mengucapkan salam pada Akhir rakaat kelima, adapun hadits yang menjelaskan dua rakaat dua rakaat adalah bersifat pilihan, seorang yang hendak melaksanakan shalat malam tiga, lima,tujuh atau sembilan rakaat sekaligus hukumnya Mubah (Dibolehkan). Hanya saja yang menjadi pilihan melaksanakan dua rakaat dua rakaat kemudian ditutup witir.
Bacaan pada Shalat witir.
Disunnahkan membaca surt al-A’la pada rakaat pertama, surat al-Kafirun pada Rakaat kedua dan surat al-Ikhlas pada rakaat ketiga.
Sebagaimana hadits yang diriwayatkan Aisyah raadiallahu anha bahwa ia berkata: “Rasulullah membaca Sabihisma Rabbikal a’laa pada rakaat pertama,  qul yaa ayyuhal kafirun pada rakaat kedua, serta qul huwallohu ahad dan Mu’awwidzatain pada rakaat ketiga.(Shahih, HR Ibnu Hibban)
Qunut witir
Disunnahkan pula membaca qunut setelah berdiri dari rukuk di rakaat terakhir dari shalat witir adapun lafadznya sebagai berikuta:

اَللَّهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِيْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِيْ شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِيْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ، إِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ.


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »